Langsung ke konten utama
Peran  seorang Muslimah untuk dakwah

Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan:
Bagaimana peran wanita dalam dakwah ilallah? Bolehkan wanita keluar dari rumahnya atau negerinya untuk berdakwah ilallah?
Jawab:
Wanita punya peran dalam dakwah ilallah sesuai dengan kemampuannya. Ia punya peran dalam amar ma’ruf nahi mungkar sesuai dengan kadar kemampuannya. Ia bisa berdakwah di rumahnya bersama dengan para Muslimah yang lain, atau di daerahnya, atau di jalan, atau di pasar atau di tempat-tempat lain yang ia mampu untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dan dakwah ilallah.
Tentunya dengan cara yang hikmah dan nasehat yang baik dan tetap melazimi hijab yang syar’i, serta melazimi ketentuan-ketentuan bagi Muslimah yang Allah syariatkan bagi mereka.
Mereka juga boleh bersafar untuk dakwah jika memang diharuskan untuk bersafar, namun wajib bersafar bersama mahram mereka.
Ini semua termasuk dalam cakupan ayat:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar” (QS. At Taubah: 71).
Demikian juga Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ
Siapa yang lebih baik perkataannya daripada orang yang mengajak orang lain kepada Allah?” (QS. Fushilat: 33).
Ini semua berlaku umum (mencakup wanita juga).
Namun tentu setiap orang melakukannya sesuai dengan kadarnya masing-masing. Laki-laki berdakwah sesuai dengan kadarnya. Wanita berdakwah sesuai dengan kadarnya.
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
Bertakwalah sesuai dengan kemampuanmu” (QS. At Taghabun: 16).

***

Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel: Muslim.Or.Id


Baca selengkapnya https://muslim.or.id/40688-peran-wanita-dalam-dakwah.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ingin tahu, Sejarah UIKA BOGOR?

" Towards Leading Islamic University " Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,   Aku mau cerita dulu nih, dulu aku belum tau  UIKA tuh dimana, dan aku pun baru denger Universitasnya hehe, makanya aku  ingin tau sejarah dan Profil UIKA Waktu kelas X aku pernah iku lomba di Uika dalam acara OPICK 2015 yanv diselenggarakan oleh LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK AL-INTISYAR) . dan  sekarang aku PKL di Uika di bidang Humas.   Semenjak Aku PKL banyak pelajaran yang aku ambil, pelajarannya yaitu  harus disiplin, dan harus punya batas waktu dalam membuat project, dan disini juga ada teman baru yang PKL dari sekolah lain.  Eh kok curhat mulu ya, wkwkwkw sejarah uikanya kok gaada.. hahaha tenang aja aku gak lupa kok :v Nih, sejarah Uika kalo kalian pengen tau lebih lengkap 👇👇👇     Nama Universitas Ibn Khaldun Bogor itu diambil dari nama seorang muslim Ibn Chaldun yang nama lengkapnya Abu Zaid Abdurrahman Ibn Muhammad Ibn...

Code Java NetBeans BAB I

BAB I ( PENGENALAN LINGKUNGAN KERJA PADA JAVA ) Menggunakan Software Java NetBeans 1. Buatlah program untuk Menghitung luas dan keliling lingkaran    Input  Output  2. Buatlah program untuk mengkonversi suatu nilai dari Celcius ke Farenheit atau sebaliknya. Input Output

Nusaibah Ummu Imarah dan Militansi Muslimah Zaman Now

Kisah Sahabiyah Nusaibah Ummu Imarah Kecerdasan dan ketangguhan beliau nampak dalam setiap aktivitas yang senantiasa bertarget, dan disiapkan dengan cermat demi mengarah pada tujuan yang jelas, yakni ditujukan demi keridhaan Allah dan meraih kemenangan Islam. Beliau tak pernah melewatkan sedikitpun peluang atau kesempatan yang sudah diberikan Allah untuk mendapatkan pahala, kemuliaan dan surga firdaus, karena kesadaran bahwa kesempatan belum tentu datang untuk kedua kalinya. MuslimahNews.com  — Beliau dikenal dengan julukan Ummu Umara atau Ummu Imarah. Beliau adalah anak Kaab bin Amr dan Rabbab binti Abdullah bin Habib. Ia memiliki dua orang saudara yaitu Abdullah bin Kaab dan Abu Laila Abdurrahman bin Kaab. Nusaibah menikah dengan Zaid bin Asim. Dari pernikahannya, ia memiliki dua orang anak yaitu Abdullah dan Habib. Pada suatu hari, Zaid pulang dengan gembira. Zaid bercerita, bahwa ia baru saja mendengar kabar dari Mush’ab bin Umair, seorang penduduk Mekkah utusan Muhammad bin Ab...